Muhammad dan Pesan Baru dari Tuhan

Dengarkan wahyu asli dalam bahasa Inggris:

Unduh (klik kanan untuk mengunduh)

Sebagaimana diungkapkan kepada
Marshall Vian Summers
19 Juli 2014
di Boulder, Colorado

Tentang rekaman ini


Apa yang Anda dengar di rekaman audio ini adalah suara dari Majelis Kemalaikatan yang berbicara melalui Utusan Tuhan Marshall Vian Summers.

Di sini, komunikasi Tuhan yang asli, yang berada di luar kata-kata, diterjemahkan ke dalam bahasa dan pemahaman manusia oleh Majelis Kemalaikatan yang mengawasi dunia. Majelis kemudian menyampaikan Pesan Tuhan melalui Utusan Tuhan.

Dalam proses yang luar biasa ini, Suara Wahyu berbicara kembali. Firman dan Suara berada di dunia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, rekaman ucapan Wahyu yang asli tersedia bagi Anda dan bagi dunia untuk dialami.

Semoga Anda menjadi penerima karunia Wahyu ini dan semoga Anda terbuka untuk menerima Pesannya yang unik bagi Anda dan bagi hidup Anda.




Catatan untuk pembaca:
Terjemahan ini diberikan kepada Society oleh seorang siswa Pesan Baru yang telah secara sukarela menerjemahkan teks asli dalam bahasa Inggris. Kami menyediakan terjemahan ini bagi dunia dalam bentuk awal ini agar orang-orang memiliki kesempatan untuk terlibat dengan sebagian dari Pesan Baru dalam bahasa mereka sendiri.

Penting bagi Anda untuk memahami bahwa semua Utusan Tuhan agung berasal dari Majelis Kemalaikatan. Mereka berasal dari satu Majelis agung ini yang bertugas mengawasi kesejahteraan dan kemajuan umat manusia.

Jika ini dapat dipahami, maka perang dan konflik antar agama mungkin dapat diakhiri, karena ini harus terjadi sekarang di sebuah dunia yang menghadapi Gelombang-Gelombang Besar perubahan.

Muhammad adalah salah satu Utusan Tuhan agung yang dikirim dari Majelis Kemalaikatan untuk berbicara kepada bagian dunia yang ditakdirkan untuk muncul dan memiliki pengaruh global. Yang diberikan pada masa tertentu dalam sejarah di mana kemungkinan seperti itu dapat terpenuhi. Masa dan tempat sangat penting untuk hal ini.

Beliau diberi misi yang sangat sulit untuk berbicara kepada suku-suku masyarakat yang tidak memiliki pemikiran tentang kebebasan nyata dan perkembangan sosial di luar kebiasaan mereka di zaman mereka, hidup dengan kesulitan yang luar biasa dan konflik yang terus-menerus. Sedikit yang mereka ketahui bahwa suatu Pesan agung bagi dunia akan datang kepada mereka di masa mereka, di masa Utusan Tuhan.

Wahyu beliau kepada mereka akan sangat sederhana dan sangat tegas, karena mereka hanya memahami kekuasaan secara ini, dengan belum menyadari dimensi-dimensi yang lebih besar dari kehidupan mereka.

Pesan Muhammad adalah untuk membangun masyarakat berdasarkan iman dan asosiasi yang lebih besar seputar Wahyu itu sendiri, suatu pembangunan sosial yang belum pernah terlihat sebelumnya di bagian dunia itu. Hal ini revolusioner dari begitu banyak segi, suatu pergerakan maju besar. Namun seperti semua tradisi agung masa lalu, tradisi ini jatuh ke bawah pengayoman para pemimpin politik. Hal ini menjadi lembaga. Dan sebagai hasilnya, misteri dan potensinya dihapus.

Muhammad menerima Firman Tuhan untuk masyarakat itu pada zaman itu, pada zaman yang sangat berbeda dari zaman Anda hidup sekarang. Itu adalah Pesan untuk zaman itu, tetapi juga mengandung benih kearifan dan belas kasih yang lebih besar, banyak yang untungnya telah dilestarikan.

Tetapi Muhammad tidak menyusun Al-Qur’an seperti yang beliau telah ditugaskan, karena beliau binasa dan meninggal sebelum dapat dirampungkan. Karena itu, Al-Qur’an disusun oleh individu yang berbeda-beda yang memiliki niat yang berbeda-beda, dan Surah-Surah agung tentang wahyu pribadi dihilangkan. Islam menjadi agama ketaatan dan ketundukan, yang diperlukan terutama pada zaman itu. Tetapi wahyu tentang realisasi pribadi dan Cinta Tuhan tidak diikutsertakan.

Ini merupakan masalah, suatu tragedi dengan sendirinya, bahwa agama-agama agung didirikan di luar masa hidup para Utusan Tuhan agung, masalah yang telah diulang berkali-kali dengan banyak konsekuensi yang tidak menguntungkan.

Muhammad mendapatkan tugas yang sangat sulit untuk mendirikan, membangun dan melindungi suatu tatanan sosial baru: komunitas orang-orang yang percaya, komunitas para penganut, suatu komunitas yang tidak seperti apa pun yang pernah terlihat sebelumnya di bagian dunia itu. Cobaan beliau adalah untuk mendirikan hal ini sehingga Pesannya dapat menyebar ke luar wilayah beliau, seperti yang telah terjadi.

Ini adalah salah satu Wahyu agung bagi umat manusia, tetapi ini tidak lengkap. Dan banyak kesalahan dibuat dengannya. Untuk melindunginya, para pengikutnya bersikeras bahwa beliau adalah nabi terakhir, dan tidak akan ada firman lagi dari Tuhan.

Dalam arti tertentu, itu benar untuk sementara waktu, tetapi tidak mungkin benar untuk sepanjang waktu. Karena masih ada yang akan Tuhan katakan kepada dunia. Dan di masa-masa perubahan dan pergolakan besar di keseluruhan dunia, Tuhan telah memberikan sebuah Wahyu Baru dan telah membuka Segel Para Nabi, seperti yang telah diantisipasi dan akan menjadi perlu ketika masanya tiba.

Tentu, Surga memahami ini dengan sempurna, karena ini adalah bagian dari Rencana yang Lebih Agung yang berada di luar pemahaman manusia — Rencana tidak hanya untuk satu dunia ini, tetapi untuk alam semesta itu sendiri, Rencana untuk bermiliar, miliar, miliar ras, dan lebih banyak lagi, yang begitu tidak seperti Anda, yang hidup di lingkungan yang berbeda-beda pada semua tahap evolusi sosial dan spiritual, di suatu alam semesta yang begitu rumit sehingga tidak ada ras yang dapat sepenuhnya memahaminya.

Yang penting untuk Anda ketahui adalah bahwa Tuhan memberikan serangkaian Wahyu progresif, masing-masing menambahkan sesuatu yang esensial demi pembangunan dan perlindungan peradaban manusia — bukan hanya satu bangsa saja, bukan hanya satu budaya atau suku saja, tetapi untuk seluruh dunia.

Ketahuilah bahwa Islam pada akhirnya adalah untuk seluruh dunia, meskipun tidak semua orang akan menjadi pengikutnya. Tetapi Surga tahu itu yang akan terjadi. Islam tidak pernah dimaksudkan sebagai satu-satunya agama di dunia ini, karena Surga tahu itu tidak akan pernah terjadi.

Karena Tuhan telah memberikan Wahyu-Wahyu yang berbeda-beda pada titik-titik belok bagi umat manusia, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pada masa itu, tetapi untuk memenuhi kebutuhan sepanjang masa.  Karena umat manusia memiliki takdir yang lebih besar di alam semesta, yang umat manusia tidak siap menghadapinya.

Semua agama agung telah memberi umat manusia kesempatan untuk membangun fondasi moral dan etika yang lebih tinggi, untuk belajar menahan diri, untuk belajar menghormati, untuk belajar melihat melampaui ras dan suku dan bangsanya sendiri. Karena Anda ditakdirkan menjadi satu umat manusia: satu komunitas, satu umat manusia dengan segala perbedaan budaya, ras, adat istiadat dan lain sebagainya.

Rencana Agung adalah untuk ini, suatu Rencana yang umat manusia saat ini tidak siap dan tidak menyadari.

Para pengikut Muhammad membuat kesalahan dengan menyatakan bahwa beliau adalah Nabi terakhir dan satu-satunya untuk masa depan, karena tidak ada seorang pun yang dapat mengatakan ini. Bahkan Nabi, Utusan Tuhan pun, tidak dapat mengatakan ini. Bahkan Majelis Kemalaikatan, dari mana semua Utusan Tuhan telah muncul, tidak dapat mengatakan ini.

Karena Tuhan berfirman ketika Tuhan berkehendak. Dan tak ada selain Tuhan yang dapat mengatakan lain, atau memahami saat dan masa ketika sebuah Wahyu agung akan diberikan.

Para pengikut Muhammad dalam banyak kasus memaksakan agama kepada orang-orang yang tunduk padanya, yang bertentangan dengan keinginan Utusan Tuhan. Penyebaran kepemimpinan dalam komunitas diserahkan kepada kekuatan-kekuatan di luar kehendak dan ketentuan Utusan Tuhan.

Islam hari ini menderita dan bahkan merosot karena konflik-konflik yang muncul seiring waktu — keretakan besar di dalam agama dan para pengikutnya, perselisihan sosial besar, perang-perang besar, degradasi besar, penderitaan besar.

Ketika agama jatuh di bawah pemerintahan negara, maka kemanjuran sejatinya mulai melemah, dan tidak lagi memiliki potensi yang semula diberikan.

Islam dalam banyak kali menjadi agama negara, yang tidak pernah merupakan niat Sang Pencipta. Meskipun perlu pada zaman Muhammad untuk mendirikan tradisi dan ajarannya, Islam tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi pemerintahan negara.

Karena agama seharusnya tidak pernah boleh memerintah. Agama seharusnya hanya mendorong, menginspirasi dan menasihati, atau akan dikorup oleh semua kekuatan yang mengorup para pemerintahan, oleh semua kekuatan yang mengorup umat manusia, yang berusaha menguasai dan mendominasi, yang berusaha melindungi kekayaan dan hak-hak istimewa.

Esensi sejati Islam telah dipertahankan hidup oleh orang-orang yang tidak diperintah oleh hal-hal seperti itu. Esensi sejati semua tradisi agung telah dipertahankan hidup oleh orang-orang yang tidak diperintah oleh hal-hal seperti itu.

Islam adalah tentang kembali ke misteri hubungan Anda dengan Ketuhanan. Bukan sekadar kode etik dan tingkah laku untuk perilaku sosial atau untuk membangun pola layanan keagamaan. Melampaui ini, Islam dimaksudkan untuk memicu kembalinya kepada Tuhan melalui pelayanan besar di dunia, melalui belas kasih, melalui memaafkan, melalui kerendahan hati, melalui keberanian.

Islam tidak boleh menjadi panji perang, karena tidak ada pejuang suci. Tidak ada perang suci. Semua perang merupakan kegagalan bangsa-bangsa, suku, dan kelompok manusia untuk bekerja sama demi keuntungan dan kesejahteraan bersama.

Tidak ada perang yang merupakan “jihad”, karena “jihad” adalah tentang penyucian diri, bukan tentang mengobarkan perang melawan tetangga Anda atau melawan kekuatan-kekuatan asing. Ini adalah kesalahan yang dipupuk baik oleh agama Kristen dan Islam menuju kehancuran besar, kesalahan besar dalam pemahaman, akibat dari agama yang menjadi institusi, institusi politik yang memiliki kekuasaan dan dominasi.

Islam dan Kristen telah dipertahankan hidup oleh orang-orang yang tidak diperintah oleh kekuatan-kekuatan ini.

Muhammad kemudian menjadi teladan kepemimpinan, tetapi bukan kepemimpinan politik. Beliau menjadi teladan pelayanan, tetapi beliau membuat kesalahan-kesalahan, karena semua Utusan Tuhan telah membuat kesalahan-kesalahan.

Tujuan Islam adalah tujuan semua agama agung — untuk mendekatkan Anda kepada apa yang Tuhan telah tempatkan di dalam diri Anda untuk diikuti, apa yang Kami sebut Pengetahuan, hubungan Ketuhanan Anda dengan Tuhan. Inilah yang akan memungkinkan Anda untuk merespons dan beriman. Tanpa Pengetahuan ini, keimanan akan dipaksakan melalui ancaman Neraka dan kutukan, melalui hukuman oleh otoritas manusia, dan bahkan hukuman oleh Tuhan.

Tetapi Tuhan tidak akan menghukum Anda, karena Tuhan tahu bahwa tanpa Pengetahuan untuk memandu Anda, Anda akan berbuat kesalahan. Anda akan membuat kesalahan demi kesalahan. Anda akan hidup dalam kebingungan dan berasumsi bahwa kepercayaan dan nasihat Anda adalah kebenaran itu sendiri, yang pada kenyataannya Anda bahkan tidak terlibat dengan kebenaran, kebenaran yang lebih besar yang akan menebus Anda dan bersama Anda seluruh dunia.

Penekanan pada Neraka dan kutukan dalam tradisi-tradisi kuno adalah kepercayaan dan asumsi yang meresapi seluruh dunia kuno. Karena orang-orang tidak mengetahui tentang Pengetahuan, kecuali segelintir orang yang terus mata. Semua orang pindah agama di bawah ancaman hukuman. Semua orang percaya, dengan berpikir bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi yang mengerikan jika tidak. Semua orang menjaga perilaku, dengan berpikir bahwa tidak hanya pemerintah akan menghukum mereka, tetapi bahwa Tuhan akan menghukum mereka — tuhan atau tuhan-tuhan.

Itulah sebabnya Tuhan disajikan sebagai tidak bermoral pada awalnya, tuhan yang lebih seperti diri Anda — baik hati terhadap mereka yang setuju dengan Anda dan kejam terhadap mereka yang tidak, suatu proyeksi dari psikologi manusia, perangai manusia, keluhan manusia dan sifat manusia.

Tetapi seiring dengan kemajuan umat manusia dalam evolusinya, begitu pula pemahaman tentang Tuhan. Agar Tuhan maha pengasih, tidak mungkin ada Neraka dan kutukan. Tetapi bagaimana mungkin Tuhan maha pengasih ketika umat manusia hidup dalam kesalahan dan kemerosotan seperti ini?

Jawabannya adalah bahwa Tuhan telah menempatkan Pengetahuan di dalam setiap orang, menunggu untuk ditemukan. Dan sampai hal ini ditemukan dan didorong, orang-orang akan hidup dalam kesalahan, dan pemahaman mereka tentang Tuhan akan didasarkan pada kepercayaan dan tradisi dan ketentuan-ketentuan dan hukum. Mereka belum menemukan keterlibatan sejati, jalur yang lebih besar dari sekadar mengikuti aturan untuk setia pada Firman, yang dengan sendirinya merupakan tantangan yang cukup besar.

Tetapi Tuhan memanggil Anda untuk kembali, bukan untuk meninggalkan dunia, melainkan untuk menjadi agen demi kebaikan di dunia. Itulah sebabnya Anda telah datang. Itulah sebabnya Anda ada di sini. Di luar kebutuhan Anda untuk bertahan hidup, keselamatan dan keamanan, ini adalah kebutuhan roh yang lebih besar — untuk mengenali hal ini dan untuk memenuhinya dalam kehidupan.

Islam membuat kesalahan dengan mengutuk orang-orang yang meninggalkan keimanan ini untuk agama lain, bahkan dengan ancaman hukuman mati di bagian-bagian dunia tertentu, bahkan hari ini.

Ini adalah ciptaan manusia. Tuhan tidak peduli apa tradisi keimanan Anda selama Anda dapat menggunakannya untuk mendapatkan akses ke Pengetahuan yang telah Tuhan tempatkan di dalam diri Anda dan untuk setia pada hal itu, secara utama dan secara fundamental — dengan belajar membedakannya dari semua impuls dari pikiran Anda sendiri; belajar membedakannya dari rasa takut dan keserakahan, agresi dan permusuhan, nafsu dan tipu daya.

Ketika Pengetahuan ini hilang dari agama, maka agama menjadi negara, yang tidak peduli tentang apa makna realitas spiritual di tingkat individu. Yang hanya peduli tentang memerintah dan ketertiban. Yang ingin membasmi kontroversi. Yang ingin membasmi kontradiksi. Yang ingin memadamkan perbedaan pendapat, bahkan eksplorasi alami yang akan dijalani oleh setiap orang yang terinspirasi secara spiritual — bahkan ini akan dihalangi dan disangkal.

Anda tidak dapat mencintai Tuhan yang akan menghukum Anda karena kesalahan-kesalahan Anda yang alami dan tak terhindarkan. Anda tidak dapat mencintai Tuhan yang tidak dapat Anda dekati dengan suatu cara. Meskipun Tuhan agung, lebih agung dari yang dapat Anda bayangkan, Pengetahuan di dalam diri Anda membawa Anda lebih dekat kepada Tuhan dan Kehendak Tuhan, dan mengurangi semua kesalahan dan kecenderungan berbahaya di dalam pikiran dan keadaan Anda.

Pada akhirnya, semua perang dan konflik akan berakhir jika cukup banyak orang dapat mengikuti hal ini.

Muhammad menjalankan peran penting beliau dalam menggerakkan umat manusia menuju dimensi yang lebih besar ini, takdir yang lebih besar ini, masa depan yang lebih besar ini.

Jika Anda memahami Kata-kata Kami, Anda akan melihat seharusnya tidak ada konflik antara agama-agama dunia. Seharusnya tidak ada konflik bahkan di dalam agama-agama dunia mengenai interpretasi, karena akan selalu ada berbagai interpretasi.

Apa yang membawa persatuan nyata kepada orang-orang adalah kuasa Pengetahuan, karena itu adalah moralitas sejati. Karena di tingkat Pengetahuan, Anda tidak mungkin bertentangan dengan orang lain. Sekalipun mereka memiliki interpretasi atau gagasan yang berbeda, Anda tidak mungkin benar-benar bertentangan dengan mereka.

Jika Anda tidak menggunakan agama untuk memperoleh kekuasaan atau sekadar untuk melepaskan diri dari rasa tidak aman Anda sendiri, maka Anda dapat memikul tanggung jawabnya yang lebih besar dan berkatnya yang lebih besar.

Kini Tuhan telah berfirman kembali. Segel Para Nabi telah dibuka kembali karena sebuah Wahyu Baru harus diberikan kepada dunia. Wahyu ini harus diberikan kepada sebuah dunia yang menghadapi Gelombang-Gelombang Besar perubahan lingkungan, sosial dan ekonomi yang dihadapi seluruh dunia secara bersamaan sekarang, dan yang kini harus diberikan karena umat manusia sedang menghadapi alam semesta penuh kehidupan berakal — dua ambang batas besar, di mana tradisi-tradisi kuno tidak dirancang untuk mempersiapkan Anda. Meskipun kearifan tradisi-tradisi kuno sungguh luar biasa, dan meresap sepanjang masa, mereka tidak dapat mempersiapkan Anda menghadapi ambang batas besar yang sedang dimasuki umat manusia sekarang.

Agama-agama terpecah-pecah dan bahkan bertengkar di dalam dirinya sendiri. Banyak orang di dunia saat ini berpaling dari agama, dengan berpikir bahwa teknologi adalah agama baru mereka. Agama semakin memicu peperangan dan konflik seiring datangnya Gelombang-Gelombang Besar perubahan — mengurangi sumber daya dunia, mengubah iklim dunia, menciptakan tekanan, kesulitan, dan ketidakpastian yang semakin besar.

Semua ini telah mendatangkan sebuah Wahyu Baru dari Tuhan, sebuah Wahyu yang tidak diberikan kepada sebuah dunia kuno dengan orang-orang buta huruf yang hidup di bawah penaklukan, tetapi yang diberikan kepada sebuah dunia modern dengan komunikasi global, perdagangan global, dan meningkatnya kesadaran global bagi banyak orang. Tuhan memberikan sebuah Wahyu yang lebih lengkap dan lebih rinci dari apapun yang pernah diberikan kepada keluarga manusia sebelumnya — bukan untuk menggantikan agama-agama dunia, tetapi untuk mengembangkan mereka dan mempersatukan mereka, karena ketahuilah bahwa mereka semua adalah bagian dari Rencana Tuhan.

Semua tragedi dan kesalahan yang telah diciptakan atas nama agama adalah ciptaan manusia, yang lahir dari kesalahan manusia dan kesalahpahaman manusia.

Sekarang umat manusia telah mencapai tingkat perkembangan sosial dan kesadaran kolektif di mana Anda dapat memahami Tuhan seluruh alam semesta dan mulai merespons apa yang telah Tuhan tempatkan di dalam diri Anda, yang merupakan anugerah teragung Tuhan bagi Anda: kuasa dan hadirat Pengetahuan, yang murni dan abadi dan tidak dapat dirusak oleh dunia atau oleh kekuatan apa pun di alam semesta.

Di sini Islam menjadi Islam alam semesta. Di sini Kristen dan Islam menjadi pengungkapan yang berbeda dari Kuasa yang sama, Kekuatan yang sama, dan Rencana yang sama. Di sini semua agama dunia sekarang, terlepas dari perbedaan praktik dan pemahaman teologisnya, semua berasal dari Sumber yang sama untuk melayani perkembangan dan perlindungan peradaban manusia, terutama sekarang saat menghadapi kemerosotan lingkungan, dan saat menghadapi intervensi dari alam semesta di sekitar Anda, di mana umat manusia sama sekali tidak siap.

Jika Anda dapat memahami agama pada tingkat ini, lebih dekat dengan pemahaman tentang Surga, Anda dapat melihat semua hal yang Kami bicarakan ini, dan semuanya akan menjadi sangat jelas.

Anda tidak perlu membela keimanan Anda, karena keimanan Anda harus melampaui gagasan-gagasan, kepercayaan, dan tradisi. Yang merupakan keterlibatan inti Anda dengan Pengetahuan yang telah Tuhan tempatkan di dalam diri Anda untuk memandu Anda, melindungi Anda, dan menuntun Anda ke tingkat pelayanan dan pemenuhan yang lebih besar di dunia — di dunia ini, di dunia dalam keadaan-keadaan ini di mana Anda telah datang.

Kemudian Anda akan menghormati semua agama dan mengenali kesalahan-kesalahan yang telah dibuat oleh orang-orang yang mengikutinya dan oleh orang-orang yang mempertahankannya seiring waktu. Anda akan mampu melihat esensinya melampaui bentuknya. Anda akan mampu membedakan tujuannya melampaui manifestasinya.

Tuhan sekarang sedang memberi Anda pemahaman tentang agama pada tingkat Pengetahuan, yang tidak hanya diberikan kepada individu-individu mahir, tetapi juga tersedia untuk seluruh dunia. Karena ini sekarang dibutuhkan oleh banyak orang. Ini sekarang dibutuhkan oleh banyak orang jika umat manusia akan bertahan menghadapi Gelombang-Gelombang Besar perubahan dan jika umat manusia akan mempersiapkan menghadapi keterlibatannya dengan kehidupan di alam semesta, ambang batas terbesar yang pernah dihadapi keluarga manusia.

Agama adalah untuk membawa Anda lebih dekat kepada Tuhan dan lebih dekat kepada apa yang telah Tuhan tempatkan di dalam diri Anda untuk diikuti — yakni semua agama yang sejati dan efektif, semua agama yang lahir dari Wahyu-Wahyu Agung yang diberikan dari Pencipta segala kehidupan, melalui Hadirat Kemalaikatan, yang diberikan pada titik-titik belok besar bagi umat manusia.

Pahamilah bahwa ada berabad-abad dan ribuan tahun antara Wahyu-Wahyu agung. Karena Tuhan hanya berfirman kepada umat manusia secara keseluruhan pada titik-titik belok besar ini dan kini memberikan Wahyu agung ini yang akan mempersiapkan Anda untuk memulihkan dunia Anda dan memberi Anda kekuatan, keberanian dan persatuan untuk menghadapi masa depan yang tidak akan seperti masa lalu.